Dengan munculnya berbagai macam batik yang dibuat
dengan teknik printing dan memiliki harga yang sangat murah ini merupakan
sebuah tantangan tersendiri terhadap para seniman batik yang mengerjakan batik
dengan teknik tulis. Para seniman batik tulis, seperti yang ada di daerah Madura
ini mendapatkan ujian yang cukup besar dalam usaha mereka untuk membuat batik
yang sesuai dengan warisan budaya bangsa Indonesia ini. Kegiatan membuat
berbagai macam model baju batik ini bagi masyarakat Madura tidak hanya memiliki latar
belakang ekonomi. Bagi masyarakat daerah Madura ini kegiatan membuat batik juga
merupakan sebuah ekspresi karya seni bagi mereka yang memperlihatkan keindahan
kebudayaan lokal. Bentuk motif batik khas dari daerah Madura ini banyak yang
menggunakan bentuk dan motif batik pesisir yang kemudian diberikan paduan
bentuk tumbuhan dan bisa juga memperlihatkan bentuk hewan seperti ayam atau
capung. Warna yang disenangi di daerah ini adalah warna cerah seperti warna
merah yang merupakan lambang keuletan dan juga semangat mereka dalam bekerja
dengan keras. Batik tulis merupakan salah satu produk kebanggaan masyarakat
Madura. Pusat pembuatan baju batik tulis di daerah ini dapat kita jumpai ada di
empat kabupaten yang berbeda di wilayah yang juga terkenal sebagai penghasil
garam ini. Lokasi pembuatan batik di daerah madura ini dapat kita jumpai di
daerah Tanjung Bumi yang sangat terkenal dengan batik Gentongan nya. Kemudian
batik tulis sampang yang dapat kita jumpai di daerah Banyuates dan juga
Jrengik. Seniman batik tulis Pamekasan yang ada di daerah Proppo dan juga di
wilayah kabupaten Sumenep yang seni batik nya berada di daerah Pakandangan.
Daerah Madura ini memiliki jumlah pembuat batik yang sangat banyak dan bahkan
mencapai jumlah ribuan orang. Hal ini membuat motif baju batik yang dibuat di
daerah ini menjadi sangat beragam dan juga banyak jumlahnya. Saat ini jumlah
seniman batik yang ada di daerah Madura ini diperkirakan mencapai jumlah 3.700
orang seniman batik. Hal yang sangat baik dari daerah ini adalah masih
banyaknya seniman batik yang mempertahankan pembuatan batik tulis sehingga seni
batik ini tetap lestari di tengah serbuan kain motif batik yang dibuat dengan
teknik printing.
Home
All posts
Jumat, 11 Maret 2016
Rabu, 09 Maret 2016
Ragam Batik Jogja
Seni batik Yogyakarta ini memiliki
sangat banyak ragam jenis dan juga motif baju batik. Beberapa motif baju batik
yang berasal dari kota ini salah satunya adalah motif batik yang diberi nama
batik wahyu temurun. Motif batik ini merupakan motif batik yang sering dipakai
dalam acara penting dan memiliki motif batik yang memiliki sifat umum. Motif
baju batik ini memiliki makna agar umat manusia selalu mendapatkan berkah dari
Tuhan dan juga selalu dalam lindungan Nya. Motif baju batik ini merupakan motif
batik yang dapat dipakai baik untuk acara resmi dan bisa juga dipakai dalam
acara yang bersifat santai. Motif batik selanjutnya adalah motif batik udan
liris yang merupakan jenis motif batik yang sering dipakai dalam kehidupan
harian masyarakat umum. Motif baju batik ini merupakan motif batik yang
memiliki makna agar orang yang memakai motif batik ini selalu dalam keadaan
aman dan juga tenteram serta terhindar dari bahaya serta berbagai macam hal
buruk lainnya. Motif batik Truntum merupakan jenis batik selanjutnya dari kota
Jogja ini. Motif batik truntum memiliki makna sebagai menuntun. Motif baju
batik yang bernama motif truntum sri kuncoro ini adalah motif baju batik yang
umum dipakai oleh orang tua pengantin yang dilakukan pada saat acara temu
manten dilaksanakan. Motif batik ini memiliki makna yang terkandung berupa
harapan agar orang tua dapat memberikan tuntunan yang baik kepada anaknya dalam
menjalankan kehidupan rumah tangga mereka nantinya. Motif batik tritik jumputan
adalah motif baju batik yang biasa dibuat dan juga dipakai secara berpasangan.
Motif baju batik ini sering kita jumpai dipakai oleh dua orang pasangan baik
itu suami istri atau anak muda yang sedang pacaran. Motif baju batik ini
merupakan batik yang memiliki makna dan juga filosofi yang memiliki kesan
serasi. Motif batik yang lain adalah motif baju batik tirta teja yang memiliki
arti agar orang yang memakai baju batik tersebut dapat terlihat lebih baik dalam
kumpulan orang banyak. Makna ini dapat berasal dari nama dari motif batik
tersebut yaitu tirta yang bermakna air dan juga teja yang memiliki arti cahaya.
Minggu, 06 Maret 2016
Seni Batik Giriloyo
Kesenian pembuatan baju batik di
Indonesia ini mulai dikenal secara luas di luar negeri sejak terbitnya buku
yang dibuat oleh gubernur Inggris yang pernah menjalankan tugas di pulau Jawa.
Buku yang berjudul History of Java ini terbit pada tahun 1817 dan dalam buku
tersebut memuat kisah mengenai seni batik yang menjadi kebudayaan masyarakat
jawa. Seni pembuatan model baju batik tulis ini memang sudah jarang dilakukan dan
para seniman batik saat ini lebih memilih menggunakan teknik pembuatan batik
cap karena proses nya yang lebih mudah dan juga cepat. Kegiatan pembuatan batik
tulis ini memang jarang dilakukan saat ini namun beberapa tempat masih bertahan
dan membuat teknik batik tulis ini, salah satunya adalah desa Giriloyo yang ada
di wilayah Imogiri Yogakarta. Pembuatan teknik batik tulis ini telah ada sejak
tahun 1654 di daerah ini dan merupakan seni yang berasal dari keraton Yogyakarta.
Para masyarakat di daerah belajar membuat batik tulis dari para abdi dalem yang
bertugas menjaga dan merawat makam para raja ini. Para masyarakat di daerah
Giriloyo ini pada zaman dahulu mengerjakan batik dengan cara mereka mengambil
kain polos dan kemudian membawanya pulang ke rumah. Kain tersebut setelah
selesai mereka canting dan buat pola nya akan dikembalikan setelah selesai
dilakukan proses pencelupan. Sejak saat ini seni batik di daerah ini mulai
berkembang dan keterampilan mereka membuat batik semakin berkembang dan banyak
seniman batik di daerah ini kemudian membuat usaha batik mereka sendiri. Jika
kita mendatangi desa Giriloyo ini kita akan dapat melakukan wisata batik dan
juga dapat belajar mengenai cara membuat batik tulis dan juga belajar mengenai
motif batik dan juga makna yang ada dalam motif baju batik tersebut. Para
seniman baju batik di desa Giriloyo ini masih mempertahankan teknik batik tulis
asli dan juga motif batik tradisional buatan mereka. Motif baju batik
tradisional banyak yang memiliki makna dan juga filosofi dalam motif batik nya
dan memiliki makna yang mendalam dalam tiap motif batik tradisional tersebut.
Jumat, 04 Maret 2016
Batik Di Probolinggo
Wilayah Probolinggo merupakan sebuah kota yang berada
di daerah Provinsi Jawa Timur. Kota ini memiliki pemandangan yang sangat indah
karena lokasinya yang berada di antara tiga gunung yaitu gunung semeru, gunung
argopuro, dan juga gunung tenger. Kota ini juga memiliki ciri khas buah mangga
dan juga buah anggur yang telah menjadi sumber ide bagi pada seniman batik di
kota ini dalam membuat motif baju batik khas mereka. Seni pembuatan model baju batik
di kota ini diperkirakan telah ada sejak tahun 1883 yang diketahui dari ada nya
pameran batik jawa di Belanda pada masa itu yang membawa seratus lima puluh
jenis motif batik Jawa. Salah satu motif batik yang dipamerkan dalam acara
tersebut adalah motif batik yang berasal dari daerah Probolinggo. Motif batik
yang berasal dari kota Probolinggo ini banyak yang menyebutnya sebagai motif
bati manggur. Motif batik khas dari Probolinggo ini merupakan motif batik yang
dibuat dengan teknik tulis dan memiliki motif dengan bentuk buah mangga dan
juga buah anggur yang merupakan buah yang menjadi ikon khas kota Probolinggo.
Dalam membuat motif dan juga pola batik yang menjadi unggulan dari kesenian
batik Probolinggo ini para seniman batik di wilayah ini menggunakan teknik
batik tulis. Selain itu ada juga nuansa corak batik yang menggunakan berbagai
macam motif alami seperti motif batik bayuangga. Motif batik khas dari kota ini
masih dilakukan dengan cara tradisional, mulai dari tahap membuat gambar pada
kain batik dengan menggunakan lilin malam. Setelah itu proses pemberian warna
yang diinginkan pada motif batik tersebut. Segala proses dilakukan dengan
teknik tradisional dan juga dalam pemberian warna hijau pada motif batik mangga
dan warna ungu pada motif batik anggur. Selain motif baju batik mangga dan juga
motif baju batik anggur, kota ini juga memiliki banyak motif batik lain yang
memiliki filosofi dan makna tersendiri dalam motif batik nya. Beberapa motif
batik dari kota ini diantaranya adalah motif batik angin gending yang
memperlihatkan pola yang menyerupai bentuk angin yang hembus kencang di daerah
Gending di sekitar bulan september.
Selasa, 23 Februari 2016
Seni Batik Di Purworejo
Seni batik di purworejo ini merupakan sebuah
kesenian turun temurun dari nenek moyang masyarakat daerah ini. Motif baju
batik yang telah tercipta sangat banyak dan merupakan motif baju batik khas
yang berasal dari daerah Purworejo ini. Salah satu wilayah di Purworejo ini
yang menghasilkan batik adalah kecamatan Banyuurip. Motif batik yang khasa dari
kecamatan banyuurip ini adalah motif baju batik Jatayu. Motif batik ini
memperlihatkan bentuk berbagai macam tumbuhan dengan warna babaran kelengan yang
menggunakan latar belakang putih. Motif baju batik lung semongko adalah motif
batik lainnya yang merupakan motif batik yang menggunakan ragam hias buntal dan
juga bentuk daun semangka. Motif baju batik ini pada umumnya diberi warna sogan
dan pada bagian latar memiliki warna hitam. Motif batik lain adalah motif batik
mlati secontong yang merupakan sebuah motif batik dari daerah Kecamatan Grabag.
Motif batik ini menggunakan paduan ragam hias bentuk bunga dengan caping dengan
menggunakan warna sogan coklat hitam dan juga putih. Selain itu ada juga motif
batik parang yang merupakan sebuah motif baju batik yang berasal dari keraton
Surakarta dan pada masanya hanya boleh dipakai oleh Raja dan orang-orang
tertentu saja. Motif batik parang yang dibuat oleh masyarakat Purworejo ini
memiliki banyak ragam salah satu nya adalah motif batik parang parikesit yang
merupakan motif batik yang sering dibuat di daerah kecamatan Bayan. Motif baju
batik parang parikesit ini pada umumnya menggunakan warna yang dominan dengan warna
putih dan juga dengan warna ungu. Warna yang berupa ungu ini adalah sebuah
warna yang identik dengan kota purworejo. Kata ungu merupakan sebuah
representasi dari kata wungu yang merupakan sebuah kata dalam bahasa jawa yang
memiliki makna bangun. Seni pembuatan baju batik di daerah ini telah
mendapatkan dukungan yang cukup baik dari pemerintah kabupaten Purworejo. Salah
satu bentuk dukungan untuk meningkatkan produksi baju batik di daerah ini
adalah dengan memberikan kewajiban bagi para pegawai negeri sipil di wilayah
tersebut untuk menggunakan baju batik sebagai seragam kantor mereka pada satu
hari dalam seminggu. Dukungan dalam bentuk lain adalah dengan adanya bentuk
pelatihan bagi para pembuat baju batik di seluruh wilayah Purworejo yang
diharapkan dapat lebih membuat seni batik dan juga industri batik di daerah ini
menjadi hidup kembali dan disukai oleh masyarakat luas.
Langganan:
Postingan (Atom)



